Aircel CKP Textile, Bahan Adem 70% Cotton untuk Cuaca Panas
Aircel CKP Textile, Bahan Adem 70% Cotton untuk Cuaca Panas

Aircel adalah kain produksi CKP Textile dengan komposisi 70% Cotton dan 30% Polyester Dryfit, dirancang khusus untuk memberikan kenyamanan di cuaca panas dan lembap. Perpaduan kedua bahan ini menghasilkan kain yang terasa adem, menyerap keringat, sekaligus ringan saat dipakai seharian.

Bukan kain fashion semata. Kain Aircel hadir untuk menjawab kebutuhan nyata pengguna yang tiap harinya berhadapan dengan suhu tinggi dan kelembapan udara khas iklim tropis Indonesia, mulai dari aktivitas kantor hingga perjalanan di luar ruangan.

Komposisi dan Spesifikasi Kain Aircel CKP Textile

Kain Aircel dari CKP Textile tidak menggunakan satu jenis serat tunggal. Dua komponen dikombinasikan dengan proporsi yang sudah dikalkulasi untuk menghasilkan keseimbangan antara kenyamanan dan performa fungsional.

Komposisi Serat

Cotton 70%

Komponen dominan kain Aircel adalah serat cotton alami sebesar 70%. Cotton memberi kelembutan yang langsung terasa saat kain menyentuh kulit, menjaga rasa sejuk di lapisan pertama kontak, dan cenderung aman untuk kulit yang mudah iritasi. Dalam iklim setinggi kelembapan Indonesia, basis cotton juga membantu kain terasa lebih “hidup” dibanding kain sintetis murni.

Polyester Dryfit 30%

Tiga puluh persen sisa komposisi diisi oleh polyester dengan teknologi dryfit. Serat ini bekerja sebagai pengatur kelembapan. Cara kerjanya: keringat yang diserap cotton ditarik ke permukaan luar kain oleh polyester, lalu diuapkan sebelum sempat membuat pakaian terasa basah. Proses ini berlangsung hampir bersamaan, bukan berurutan, yang menjadikan Aircel lebih responsif dibanding kain cotton biasa yang hanya menyerap tanpa mengeringkan.

Spesifikasi Teknis Aircel CKP

Berikut spesifikasi lengkap yang berlaku untuk produk Aircel dari CKP Textile:

SpesifikasiDetail
Komposisi70% Cotton, 30% Polyester Dryfit
Gramasi210–220 gsm
Nomor Benang30S
Lebar KainFinish 72 inch (F72″)
Panjang per 1 kgsekitar 2,48 meter
Panjang per 1 rollsekitar 62,18 meter

Gramasi 210–220 gsm menempatkan Aircel di segmen medium weight. Cukup berisi untuk tampilan yang tidak tipis, tapi tidak berat sampai terasa menyesakkan di cuaca panas. Lebar 72 inch juga memungkinkan efisiensi pemotongan yang lebih baik untuk kebutuhan produksi pakaian skala menengah ke atas.

Keunggulan Kain Aircel untuk Iklim Tropis Indonesia

Kelembapan rata-rata di kota-kota besar Indonesia sering melewati 80%, bahkan sebelum hitungan panas terik siang hari. Dalam kondisi seperti itu, pilihan kain bukan sekadar soal selera, tapi soal kenyamanan tubuh secara fungsional. Kain Aircel menawarkan tiga keunggulan yang relevan langsung dengan kondisi ini.

Adem dan Nyaman Sepanjang Hari

Cotton sebagai basis Aircel sudah dikenal sebagai bahan yang memberikan sensasi sejuk di tahap awal pemakaian. Polyester dryfit kemudian mempertahankan kondisi tersebut dengan mencegah akumulasi keringat yang biasanya membuat pakaian terasa panas dan berat setelah beberapa jam. Dua mekanisme ini tidak saling menghalangi, melainkan melengkapi.

Wajar jika bahan Aircel jadi pilihan populer untuk seragam kerja outdoor dan pakaian kasual harian di kota-kota dengan suhu tinggi.

Halus dan Lembut di Permukaan Kulit

Tekstur kain Aircel terasa halus. Kelembutan ini berasal dari kualitas cotton yang digunakan, bukan dari lapisan finishing yang bisa memudar setelah beberapa kali cuci. Untuk pakaian yang seringkali bersentuhan langsung dengan kulit seperti polo shirt dan baju koko, karakter ini penting.

Pakaian dari Aircel tidak menimbulkan rasa gatal atau gesekan tidak nyaman bahkan setelah pemakaian panjang.

Menyerap Keringat Secara Efektif

Setidaknya dalam konteks kain untuk aktivitas harian di cuaca tropis, kemampuan serap Aircel lebih baik dari kain polyester murni berkat kandungan cotton-nya. Cotton menarik kelembapan, polyester dryfit mempercepat penguapan. Kombinasi ini membuat pakaian tidak terasa lembap meski aktivitas berlangsung cukup intens.

Rekomendasi Penggunaan Kain Aircel

CKP Textile merekomendasikan kain Aircel untuk empat jenis pakaian berikut, masing-masing dengan alasan teknis yang berbeda.

Kemeja

Kemeja harian atau seragam kantor yang dipakai 8 jam lebih membutuhkan kain yang tidak cepat lembap. Aircel dengan dryfit-nya memenuhi kriteria ini, sambil tetap terlihat rapi karena gramasi medium weight-nya tidak terlalu jatuh atau kusut.

Baju Koko

Aktivitas keagamaan seringkali berlangsung di ruangan penuh orang atau di luar ruangan. Tekstur halus dan kemampuan serap Aircel menjadikannya pilihan tepat untuk baju koko yang nyaman dipakai dalam durasi panjang.

Polo Shirt

Polo shirt membutuhkan kain yang cukup berstruktur agar kerah dan bagian depan tidak mudah lemas. Gramasi 210–220 gsm pada Aircel memberikan body yang pas, tidak terlalu tipis untuk tampilan profesional.

Kaos (Regular Shirt)

Untuk kaos harian, kain Aircel menawarkan kombinasi kenyamanan cotton dengan daya tahan polyester. Kain tidak mudah melar dan warna lebih tahan lama dibanding kaos cotton murni yang sama gramasinya.

Perbandingan Kain Aircel dengan Pilihan Bahan Lainnya

Memilih bahan untuk produksi di iklim tropis memerlukan lebih dari sekadar pertimbangan harga per meter. Berikut perbandingan Aircel dengan beberapa alternatif umum di pasar Indonesia:

Jenis KainKomposisiGramasiKelebihan UtamaCocok Untuk
Aircel CKP70% Cotton, 30% Polyester Dryfit210–220 gsmAdem, serap keringat, cepat keringKemeja, Koko, Polo Shirt, Kaos
Cotton Combed100% CottonBeragamLembut, ramah kulit sensitif, penyerapan tinggiKaos kasual, pakaian bayi
Polyester Dri-Fit100% PolyesterBeragamSangat ringan, cepat kering, tahan kusutPakaian olahraga intensif
CVC55–65% Cotton, sisa Viscose/PolyesterBeragamDrape bagus, tekstur sedikit berkilapPolo formal, seragam kerja indoor

Aircel berada di titik pertemuan antara kenyamanan cotton murni dan efisiensi kering polyester. Belum tentu berlaku universal untuk semua kebutuhan, tapi untuk pakaian harian di cuaca tropis Indonesia, perpaduan ini terbukti fungsional dan efisien.

Cara Merawat Kain Aircel agar Tetap Optimal

Agar kain Aircel tetap berperforma baik setelah berulang kali dicuci dan dipakai, ikuti panduan perawatan dari CKP Textile berikut:

  • Cuci dengan mesin menggunakan air hangat (warm), pisahkan dari pakaian berwarna lain
  • Jangan gunakan pemutih dalam bentuk apapun, termasuk pemutih berbasis oksigen
  • Hindari proses dry cleaning
  • Setrika dengan suhu rendah jika diperlukan, jangan gunakan uap panas tinggi

Perawatan yang sesuai menjaga struktur serat Aircel tetap utuh. Kain tidak mengalami pilling atau perubahan tekstur setelah pemakaian panjang, selama prosedur di atas diikuti secara konsisten.

Satu catatan tambahan: hindari mengeringkan Aircel di bawah sinar matahari langsung terlalu lama. Panas berlebih dari luar bisa memengaruhi elastisitas polyester dalam jangka panjang, terutama di iklim Indonesia yang suhunya bisa melebihi 35 derajat.


FAQ

Apa komposisi bahan kain Aircel CKP Textile?

Kain Aircel dari CKP Textile menggunakan 70% Cotton dan 30% Polyester Dryfit. Perpaduan ini menghasilkan kain yang terasa adem dan menyerap keringat, sekaligus lebih cepat kering dibanding cotton murni dengan gramasi serupa.

Berapa gramasi kain Aircel yang tersedia di CKP Textile?

Saat ini Aircel CKP hadir dalam satu pilihan gramasi: 210–220 gsm dengan nomor benang 30S. Rentang gramasi ini tergolong medium weight, cukup fleksibel untuk berbagai jenis produksi pakaian dari kaos hingga kemeja.

Untuk jenis pakaian apa saja kain Aircel direkomendasikan?

CKP Textile merekomendasikan kain Aircel untuk kemeja, baju koko, polo shirt, dan kaos (regular shirt). Tekstur halusnya cocok untuk pakaian yang bersentuhan langsung dengan kulit, sementara gramasinya cukup berstruktur untuk tampilan yang rapi.

Bagaimana cara merawat pakaian berbahan Aircel?

Cuci dengan mesin menggunakan air hangat, hindari pemutih dan dry cleaning, lalu setrika dengan suhu rendah jika diperlukan. Dengan perawatan sederhana ini, kualitas Aircel bisa bertahan dalam pemakaian jangka panjang tanpa mengalami perubahan tekstur yang signifikan.

Apakah kain Aircel cocok untuk produksi massal brand lokal?

Dengan lebar finish 72 inch dan ketersediaan per roll sekitar 62,18 meter, kain Aircel memang memiliki dimensi yang mendukung efisiensi produksi massal. CKP Textile juga melayani pembelian grosir untuk kebutuhan konveksi dan brand lokal yang ingin menggunakan kain ini.

Apa perbedaan kain Aircel dengan cotton combed biasa?

Cotton combed 100% murni lebih lembut dan cocok untuk kulit sensitif, tapi proses keringnya lebih lambat. Aircel dengan polyester dryfit 30%-nya memiliki kecepatan kering yang lebih baik, menjadikannya pilihan lebih praktis untuk aktivitas di luar ruangan atau pemakaian di cuaca panas seharian.


Referensi

  • CKP Textile, Halaman Produk Aircel, ckptextile.com/product-category/aircel/, 2025
  • CKP Textile, Perbedaan Kain Katun: Carded, Combed, Softcel dan Heavy Weight, ckptextile.com, 2024
  • CKP Textile, Bahan Kaos Affordable 100% Cotton dari CKP Textile, ckptextile.com, 2024


Bagikan Artikel Ini

Artikel Lainnya

Mengenal Teknologi NIR Compliant Fabrics dalam Standar Tekstil Modern

NIR Compliant Fabrics hadir sebagai terobosan material yang memanipulasi emisi cahaya pada spektrum infra merah dekat. Strategi pertahanan masa kini sangat bergantung pada teknologi ini untuk mengaburkan deteksi panas yang mengincar personel maupun aset berharga di medan tempur. Struktur serat dan formula kimia menjadi kunci utama efektivitasnya. Tanpa proteksi ini, seragam konvensional justru menonjol saat […]

Lihat Selengkapnya

Baju Tentara Jenis Seragam TNI dan Bahan Kain yang Wajib Diketahui

Coba sentuh langsung kainnya. Ada yang terasa beda, bukan soal ketebalan saja. Baju tentara melewati serangkaian uji teknis sebelum bisa masuk ke lini produksi resmi, mulai dari seberapa cepat kering setelah basah hingga daya tahan sobeknya di medan kasar. Kementerian Pertahanan yang menetapkan standar itu, bukan pasar. Kalau kamu bergerak di industri konveksi militer atau […]

Lihat Selengkapnya

Kain Kamuflase Militer Anti Infrared yang Jarang Dibahas Secara Jujur

Kain kamuflase militer anti infrared adalah tekstil taktis yang menyerap radiasi near-infrared alih-alih memantulkannya, sehingga tidak terbaca oleh sensor night vision maupun perangkat imaging modern. Kemampuan ini bekerja di luar jangkauan mata manusia sepenuhnya. Berbeda dari kain kamuflase biasa yang hanya mengandalkan pola warna, varian anti infrared ini beroperasi di spektrum yang tidak terlihat, dan […]

Lihat Selengkapnya

Baju Anti Peluru Terbuat dari Bahan Apa? Ini Jenis Kain yang Digunakan

Kebanyakan orang membayangkan baju anti peluru sebagai sesuatu yang keras dan berat, mungkin dari baja atau setidaknya dari material logam. Kenyataannya, rompi pelindung modern justru terasa seperti kain tebal biasa kalau dipegang. Tapi di balik tampilan itu, ada teknologi serat yang tidak sederhana. Material seperti aramid dan UHMWPE dirancang di tingkat molekuler untuk satu tujuan: […]

Lihat Selengkapnya