Sablon DTF vs Sablon Discharge: Perbandingan Lengkap
Sablon DTF vs Sablon Discharge

Sablon DTF vs sablon discharge menjadi perdebatan hangat di kalangan pelaku bisnis kaos dan clothing brand. Kedua teknik ini memiliki karakteristik berbeda yang memengaruhi hasil akhir, biaya produksi, hingga kenyamanan pemakaian. 

Artikel ini akan membantu Anda memahami perbedaan keduanya secara mendalam agar bisa memilih teknik cetak sablon yang tepat.


Apa Itu Sablon DTF?

Sablon DTF (Direct to Film) adalah metode sablon digital yang mencetak desain pada film khusus, kemudian ditransfer ke kain menggunakan mesin heat press. Teknologi ini menggunakan tinta pigmen yang dicetak pada PET film, lalu dilapisi bubuk lem sebagai perekat sebelum dipres ke permukaan kain.

Proses ini memungkinkan pencetakan desain dengan hasil warna dan detail yang sangat tajam, termasuk gradasi dan foto. Sablon DTF tidak memerlukan proses rumit seperti sablon manual, sehingga sangat efisien untuk produksi satuan maupun skala kecil.

Sablon DTF vs Sablon Discharge

Apa Itu Sablon Discharge?

Sablon discharge atau sablon cabut warna adalah teknik cetak sablon manual yang menghilangkan warna dasar kain dan menggantinya dengan warna tinta. Berbeda dengan sablon biasa yang menempelkan tinta di permukaan, discharge membuat tinta meresap langsung ke serat kain.

Teknik ini menghasilkan tekstur yang sangat lembut karena tidak ada lapisan tambahan di atas kain. Sablon discharge sangat populer di kalangan clothing brand dan distro karena memberikan tampilan premium dengan nuansa vintage yang khas.


Perbandingan Lengkap Sablon DTF vs Sablon Discharge

Berikut tabel perbandingan sablon DTF vs sablon discharge berdasarkan berbagai aspek penting:

AspekSablon DTFSablon Discharge
MetodeDigital dengan heat pressManual dengan screen printing
Bahan CocokCotton, polyester, campuranHanya 100% cotton reaktif
Warna KainSemua warnaWarna gelap (hitam, navy)
Tekstur HasilSedikit timbul, elastisMenyatu dengan serat kain
HandfeelAda lapisan film tipisSangat lembut seperti kain asli
Detail DesainTinggi, bisa foto dan gradasiTerbatas, sulit untuk full color
KetahananBaik dengan perawatan tepatSangat baik, tidak mudah luntur
Biaya SatuanRp 5.000 hingga Rp 15.000Rp 17.500 hingga Rp 27.500
KecepatanSangat cepat (kurang dari 10 menit)Lebih lama
Minimum OrderBisa satuanBiasanya lusinan

Kelebihan dan Kekurangan Sablon DTF

Kelebihan Sablon DTF

✓ Dapat mencetak desain kompleks dengan banyak warna dan gradasi

✓ Proses cepat dan efisien, cocok untuk produksi sablon satuan

✓ Fleksibel untuk berbagai jenis kain yang cocok termasuk polyester

Biaya produksi sablon per lembar relatif terjangkau

✓ Tidak memerlukan minimum order

Kekurangan Sablon DTF

✗ Hasil cetakan terasa lebih tebal dibanding discharge

✗ Tidak boleh disetrika langsung pada area sablon

✗ Investasi awal mesin cukup tinggi (di atas Rp 20 juta)

✗ Memerlukan perawatan khusus saat pencucian

Sablon DTF vs Sablon Discharge

Kelebihan dan Kekurangan Sablon Discharge

Kelebihan Sablon Discharge

Handfeel sablon sangat lembut dan nyaman dipakai

Ketahanan cetakan sangat baik, tidak mudah retak atau luntur

✓ Warna terlihat natural dan menyatu dengan kain

✓ Tampilan premium dengan kesan vintage

✓ Aman disetrika karena tidak ada lapisan timbul

Kekurangan Sablon Discharge

✗ Hanya cocok untuk bahan cotton combed 100% reaktif

✗ Terbatas pada kain warna gelap saja

✗ Sulit untuk desain full color atau gradasi kompleks

Harga sablon per lembar lebih mahal

✗ Menggunakan bahan kimia yang perlu penanganan khusus

Perbandingan Biaya Produksi

Sablon DTF menawarkan biaya produksi sablon yang lebih ekonomis untuk pesanan satuan. Estimasi biaya per desain ukuran A4 berkisar Rp 5.000 hingga Rp 15.000, belum termasuk harga kaos. Harga jual di pasaran untuk kaos dengan sablon DTF berkisar Rp 57.500 hingga Rp 150.000.

Sementara itu, sablon discharge memiliki biaya lebih tinggi karena proses manual yang memerlukan keahlian khusus. Biaya sablon saja berkisar Rp 17.500 hingga Rp 27.500 per lembar. Namun, untuk produksi massal dengan desain sederhana, sablon manual bisa lebih hemat.

Kapan Memilih DTF atau Discharge?

Pilih Sablon DTF Jika:

Anda membutuhkan cetak kaos custom dengan desain penuh warna, foto, atau ilustrasi kompleks. Sablon DTF juga ideal untuk produksi satuan tanpa minimum order, cocok untuk merchandise event, kaos couple, atau bisnis print on demand.

Pilih Sablon Discharge Jika:

Anda mengutamakan kenyamanan pemakaian dan tampilan premium. Sablon discharge sangat cocok untuk kaos distro dengan desain minimalis pada kain gelap, serta brand yang menginginkan kesan vintage dan eksklusif.

Sablon DTF vs Sablon Discharge

Tips Perawatan Hasil Sablon

Sablon DTFSablon Discharge
Balik kaos sebelum mencuciCuci dengan tangan atau mode lembut
Hindari menyetrika langsungBisa disetrika dengan aman
Gunakan air dinginHindari detergen berbahan keras
Jangan gunakan pemutihJemur tidak di bawah sinar matahari langsung

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa perbedaan utama sablon DTF dan discharge?

Sablon DTF menggunakan teknologi digital dengan film transfer, sedangkan sablon discharge menggunakan teknik cabut warna yang membuat tinta meresap ke serat kain.

Mana yang lebih awet?

Keduanya memiliki ketahanan cetakan yang baik. Sablon discharge cenderung lebih awet karena menyatu dengan kain, sementara DTF bergantung pada kualitas proses heat press.

Bahan apa yang cocok untuk sablon discharge?

Sablon discharge hanya optimal pada bahan cotton 100% reaktif dengan warna gelap seperti hitam dan navy.

Apakah sablon DTF bisa disetrika?

Sebaiknya hindari menyetrika langsung pada area sablon DTF. Gunakan kain pelindung atau setrika dari bagian dalam.

Sablon mana yang cocok untuk pemula?

Untuk bisnis dengan modal terbatas, sablon discharge tidak memerlukan investasi mesin mahal. Namun, sablon DTF lebih fleksibel untuk berbagai jenis pesanan.


Jadi, Pilih yang Mana untuk Kebutuhanmu?

Pemilihan antara sablon DTF vs sablon discharge bergantung pada prioritas Anda. Jika mengutamakan fleksibilitas desain, kecepatan produksi, dan kemampuan cetak satuan, DTF adalah pilihan tepat. 

Namun jika kenyamanan, handfeel sablon yang lembut, dan tampilan premium menjadi prioritas, discharge layak dipertimbangkan. Pahami karakteristik masing masing teknik cetak sablon agar hasil produksi sesuai ekspektasi dan kebutuhan pasar Anda.


Referensi

  • Dyotees. Teknik Sablon Discharge vs Teknik Lain: Apa yang Membedakannya
  • Knitto. 6 Kelebihan Sablon DTF Terbaik Serta Kekurangannya
  • Rhinotec. Sablon DTF: Cara Mudah Cetak Kaos Custom Tanpa Ribet
  • Thirteen Clothing Maker. Perbedaan Sablon Plastisol dan DTF: Mana yang Lebih Bagus
  • Kustom Garment. Perbedaan Sablon Rubber, Plastisol, dan DTF: Mana yang Terbaik untuk Custom
  • Bengkel Print. Kelebihan dan Kekurangan Sablon DTG vs Sablon Manual


Bagikan Artikel Ini

Artikel Lainnya

Model Baju Lebaran 2026 Terbaru yang Wajib Kamu Punya

Model baju lebaran 2026 tahun ini menghadirkan perpaduan gaya minimalis dengan sentuhan tradisional yang semakin diminati. Tren busana Idul Fitri 1447H didominasi warna earth tone seperti sage green, mocca, dan beige yang memberikan kesan elegan tanpa berlebihan. Artikel ini akan membantu kamu menemukan inspirasi outfit terbaik untuk tampil memukau saat hari raya. Tren Warna Baju […]

Lihat Selengkapnya

Tren Warna Baju Lebaran 2026 yang Bikin Tampilan Makin Elegan

Tren warna baju lebaran 2026 diprediksi akan didominasi oleh nuansa earth tone seperti beige dan mocca, warna pastel lembut seperti dusty pink dan sage green, serta warna bold seperti teal blue dan emerald. Cloud Dancer, sebuah putih lembut keabu-abuan, juga dinobatkan sebagai Color of the Year 2026 yang cocok untuk suasana hari raya. Memilih warna […]

Lihat Selengkapnya

Bahan Crewneck Baby Terry atau Fleece yang Paling Nyaman untuk Cuaca Panas

Bahan crewneck terbaik untuk iklim tropis adalah baby terry karena memiliki sirkulasi udara optimal dan daya serap keringat tinggi melalui tekstur loop pile di dalamnya. Sementara itu, fleece lebih ideal untuk kondisi dingin atau ruangan ber-AC karena sifatnya sebagai insulasi panas yang sangat lembut di kulit. Memilih pakaian berkualitas di Indonesia memang memerlukan ketelitian ekstra, […]

Lihat Selengkapnya

Teknologi Kain Inovasi Termal dan Nanomaterial Activewear

Teknologi kain telah mengalami revolusi besar dalam industri pakaian olahraga modern. Kain activewear saat ini bukan sekadar penutup tubuh, melainkan sistem canggih yang mampu mengatur suhu, menyerap keringat, dan memberikan perlindungan maksimal saat beraktivitas. Artikel ini mengupas tuntas inovasi kain termal dan nanomaterial yang membuat pakaian olahragamu lebih nyaman dan berperforma tinggi. Apa Itu Teknologi […]

Lihat Selengkapnya