Sablon DTF merevolusi cara kita membuat kaos custom. Tidak seperti sablon manual atau DTG yang memerlukan banyak tahap, DTF menawarkan kemudahan cetak di berbagai jenis kain tanpa batasan warna.
Artikel ini akan memandu Anda memahami seluk-beluk teknologi DTF mulai dari proses produksinya hingga kelebihan dan kekurangannya sebagai pertimbangan sebelum Anda terjun ke dunia sablon digital.
Apa Itu Sablon DTF?
Contents
Sablon DTF (Direct to Film) adalah metode sablon digital modern yang menggunakan film transparan sebagai media perantara. Desain dicetak pada film PET menggunakan printer DTF dengan tinta pigment khusus, kemudian ditransfer ke kain dengan bantuan panas dan tekanan.
Berbeda dengan sablon manual yang membutuhkan screen, teknik ini lebih praktis karena langsung mencetak dari file digital. Teknologi ini berkembang pesat sejak 2019 dan kini menjadi pilihan favorit pelaku bisnis desain apparel di Indonesia.

Cara Kerja Sablon DTF
Proses sablon DTF terdiri dari lima tahap utama yang harus dilakukan berurutan untuk hasil optimal.
Tahap 1: Cetak Desain ke Film PET
Desain dibuat menggunakan software seperti Photoshop atau CorelDraw dalam format PNG transparan. File kemudian dicetak pada film PET menggunakan printer DTF dengan urutan warna CMYK terlebih dahulu, lalu dilapisi tinta putih sebagai dasar.
Tahap 2: Pemberian Bubuk Perekat
Segera setelah dicetak, adhesive powder (bubuk lem) ditaburkan merata pada permukaan desain yang masih basah. Bubuk ini berfungsi sebagai perekat antara tinta dan kain saat proses transfer.
Tahap 3: Pemanasan Awal (Curing)
Film yang sudah ditaburi bubuk dipanaskan menggunakan oven DTF atau heat press pada suhu 150 hingga 160 derajat Celcius selama 2 sampai 5 menit. Proses ini melelehkan bubuk lem agar siap ditransfer.
Tahap 4: Transfer ke Kain
Film diletakkan di atas kain, kemudian dipress menggunakan mesin press pada suhu 160 hingga 170 derajat Celcius selama 10 sampai 15 detik. Tekanan dan panas membuat desain menempel sempurna pada serat kain.
Tahap 5: Pengelupasan Film
Setelah didinginkan, film dikelupas secara perlahan. Ada dua teknik: cold peel (tunggu dingin) dan hot peel (langsung kelupas). Untuk hasil maksimal, lakukan press ulang selama 5 detik sebagai finishing.

Alat dan Bahan yang Dibutuhkan
Berikut peralatan utama untuk memulai bisnis ini:
| Peralatan | Fungsi | Estimasi Harga 2025 |
| Printer DTF | Mencetak desain ke film | Rp 15 juta s/d 50 juta |
| Mesin Heat Press | Transfer desain ke kain | Rp 2 juta s/d 8 juta |
| Film PET | Media cetak transparan | Rp 150 ribu per roll |
| Tinta DTF (CMYK + White) | Pewarna khusus tekstil | Rp 500 ribu per set |
| Bubuk Lem DTF | Perekat transfer | Rp 130 ribu per kg |
| Software Desain | Membuat file cetak | Gratis s/d Rp 300 ribu per bulan |
Untuk pemula, disarankan membeli paket lengkap dari distributor resmi karena harganya lebih ekonomis dan sudah termasuk pelatihan dasar.
Kelebihan dan Kekurangan Sablon DTF
Kelebihan
✓ Cocok untuk semua jenis kain: katun, polyester, canvas, hingga spunbond
✓ Hasil cetak detail dengan gradasi warna sempurna
✓ Tidak memerlukan pretreatment seperti sablon DTG
✓ Tahan lama, tidak mudah luntur meski dicuci berkali-kali
✓ Bisa produksi satuan tanpa minimal order
Kekurangan
✗ Modal awal cukup tinggi untuk perlengkapan sablon
✗ Printer membutuhkan perawatan rutin agar head tidak tersumbat
✗ Tekstur hasil sedikit lebih tebal dibanding DTG
✗ Kualitas bergantung pada bahan film dan bubuk yang digunakan
Perbandingan DTF, DTG, dan Sublimasi
| Aspek | Sablon DTF | Sablon DTG | Sublimasi |
| Media Transfer | Film PET | Langsung ke kain | Kertas sublim |
| Jenis Kain | Semua jenis | Katun optimal | Polyester saja |
| Pretreatment | Tidak perlu | Perlu | Tidak perlu |
| Detail Cetak | Tinggi | Sangat tinggi | Tinggi |
| Biaya per Pcs | Menengah | Tinggi | Rendah |
| Cocok untuk | Semua skala | Custom premium | Produk polyester |
Metode DTF unggul dalam fleksibilitas bahan, sementara DTG lebih cocok untuk hasil ultra-detail pada katun, dan printing sublimasi ideal untuk produk berbahan polyester.

Modal Usaha Sablon DTF
Estimasi modal untuk memulai usaha ini berdasarkan skala bisnis:
Paket Pemula (Rumahan)
Total investasi sekitar Rp 70 hingga 80 juta, mencakup printer DTF ukuran A3, heat press manual, dan bahan baku awal. Cocok untuk melayani pesanan satuan dan komunitas kecil.
Paket Menengah (UMKM)
Total investasi sekitar Rp 100 hingga 150 juta dengan printer DTF 60cm, heat press semi-otomatis, dan stok bahan lebih banyak. Mampu menangani produksi harian 50 hingga 100 pcs.
Paket Profesional (Konveksi)
Total investasi di atas Rp 200 juta dengan printer large format, sistem roll-to-roll, dan heat press otomatis. Kapasitas produksi massal untuk kebutuhan mesin cetak tekstil skala industri.
Tips Merawat Hasil Sablon DTF
Agar cetakan tetap awet, ikuti panduan perawatan berikut:
✓ Balik kaos sebelum mencuci agar sablon tidak bergesekan langsung
✓ Gunakan air dingin dan hindari pemutih atau deterjen keras
✓ Jangan menyetrika langsung pada area sablon
✓ Keringkan dengan cara diangin-anginkan, hindari mesin pengering
Dengan perawatan tepat, hasil sablon digital ini bisa bertahan hingga 50 kali pencucian tanpa retak atau pudar.
Saatnya Mulai Bisnis Sablon DTF
Teknik DTF adalah solusi teknologi digital printing yang menawarkan hasil berkualitas tinggi dengan proses relatif mudah dipelajari. Bagi pemula yang ingin terjun ke bisnis produk custom, metode ini memberikan keseimbangan ideal antara kualitas, fleksibilitas, dan efisiensi biaya. Mulailah dengan paket pemula, kuasai tekniknya, lalu kembangkan sesuai permintaan pasar.
Referensi
- Rhino Indonesia. Panduan Lengkap Sablon DTF untuk Pemula. 2025
- Laysander. Rincian Modal Awal Usaha Sablon DTF. 2025
- Kang Sablon. Pengertian Sablon DTF Direct to Film. 2025
- Printer Sablon Kaos. Kelebihan dan Kekurangan Sablon DTF. 2025
- Zalora Thread. Keunggulan Sablon DTF untuk Custom Apparel. 2025


