Kain Flanel, Sejarah, Ciri Khas, dan Ragam Kreasinya
Kain Flanel, Sejarah, Ciri Khas, dan Ragam Kreasinya

Kain flanel mungkin sudah lama menemani lemari pakaianmu, entah sebagai kemeja kotak-kotak favorit atau gulungan warna-warni yang tergeletak di keranjang prakarya anak. Kain flanel adalah kain yang dibuat dari serat wol, katun, atau akrilik yang dipadatkan lewat proses pemanasan dan penguapan tanpa ditenun, sehingga teksturnya lembut, sedikit berbulu, dan tepinya tidak mudah terurai kalau digunting. Bahan ini dipakai untuk banyak hal, dari pakaian musim dingin sampai kerajinan tangan anak sekolah.

Ada juga versi tenun yang lebih dikenal lewat kemeja kotak-kotak bergaya kasual. Dua-duanya sama-sama disebut flanel di pasar Indonesia, meski prosesnya sedikit berbeda. Artikel ini membahas semuanya, dari asal-usul sampai cara merawatnya supaya tahan lama.

Apa Itu Kain Flanel? Sejarah dan Pembuatannya

Secara singkat, kain flanel adalah kain nir-tenun yang dibentuk dari serat wol atau campuran serat lain lewat proses felting, jauh lebih tua umurnya dibanding kain tenun maupun rajut.

Jejaknya jauh lebih tua dari yang dibayangkan kebanyakan orang. Di Turki, bekas penggunaan felt diperkirakan berasal dari sekitar 6.500 SM, dan sebuah makam di Siberia menyimpan kain sejenis yang diawetkan dari tahun 600 Masehi. Legenda di Sumeria bahkan menyebut nama Urnamman sebagai orang pertama yang membuatnya. Kaum nomaden di Asia Tengah lantas mengadopsi teknik ini untuk membuat tenda, karpet, dan pakaian, sebab bahannya ringan dibawa dan tahan cuaca ekstrem.

Nama “flanel” sendiri diduga berasal dari Wales pada abad ke-16, saat penduduk setempat menenun bulu domba menjadi kain kasar lalu menyikatnya sampai lembut. Produksinya meledak di abad ke-19 begitu teknik pengolahan wol menjadi lebih murah. Dari sana, flanel menyebar ke Prancis, Jerman, sampai akhirnya ke seluruh dunia.

Ada dua jalur pembuatan yang sering tertukar. Jalur pertama, felting basah: serat wol dipanaskan, diberi uap, lalu ditekan berulang sampai serat-seratnya saling mengunci tanpa proses tenun sama sekali. Hasilnya tidak akan rapi kalau digunting sembarangan, tapi justru itu yang membuat bahan ini gampang dipakai untuk kerajinan tanpa perlu dijahit. Jalur kedua adalah flanel tenun, biasanya berbahan katun atau wol yang ditenun lebih dulu baru disikat permukaannya supaya berbulu halus. Kemeja kotak-kotak yang sering disebut “kemeja flanel” kebanyakan lahir dari jalur kedua ini.

Ragam Kain Flanel Berdasarkan Bahan

JenisBahan UtamaCiri yang Membedakan
Flanel akrilikSerat akrilik sintetisPaling banyak beredar di pasar Indonesia, harganya terjangkau, warnanya tahan lama
Flanel wol100% wol dombaTebal, empuk, harganya jauh lebih tinggi dari jenis lain
Flanel blendCampuran wol dan rayonPadat, tidak gampang melar, cocok untuk produk yang sering ditarik
Flanel bambuSerat bambu dan kayuLebih ramah lingkungan, terasa lebih adem dibanding akrilik
Flanel poliesterSerat poliesterPermukaan agak licin, harga bersaing dengan akrilik

Kalau kamu penasaran dengan jenis kain lain yang sama populernya, ulasannya sudah pernah dibahas di sini.

Ciri Khas dan Kelebihan Kain Flanel

Kain flanel dikenal lewat teksturnya yang lembut dan sedikit berbulu, kemampuannya menahan panas tubuh, dan sifatnya yang gampang dibentuk tanpa perlu dijahit rapi di setiap sisinya.

Ciri Khas yang Mudah Dikenali

  • Permukaan sedikit berbulu dan lembut saat disentuh, beda jauh dari katun polos
  • Ketebalan biasa diukur pakai satuan gsm, mulai sekitar 100 gsm untuk kerajinan tipis sampai lebih dari 300 gsm untuk bahan jaket
  • Bagian tepi tidak mudah terurai kalau digunting, khusus untuk jenis felt non-tenun
  • Menyerap keringat cukup baik meski bukan yang terbaik dibanding katun combed

Kelebihan yang Bikin Banyak Orang Suka

  • Menahan hawa dingin dengan baik, jadi andalan buat cuaca sejuk atau musim hujan
  • Nyaman dipakai seharian karena teksturnya lembut di kulit
  • Gampang dipotong, dijahit, bahkan direkatkan pakai lem, cocok untuk pemula yang baru belajar menjahit
  • Motif kotak-kotaknya jadi identitas gaya kasual yang dipakai lintas generasi

Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan

Bukan berarti tanpa catatan. Flanel versi wol asli harganya lumayan tinggi. Sementara itu, versi akrilik atau poliester cenderung kurang adem dipakai di cuaca panas. Permukaannya yang berbulu juga rawan pilling atau menggumpal kalau sering bergesekan dengan bahan kasar lain.

Ide Kreasi Menarik dari Bahan Flanel (Kemeja, Kerajinan, dll)

Kain flanel bisa diubah jadi apa saja, mulai dari kemeja kasual, aksesori kecil seperti bros dan gantungan kunci, sampai hiasan rumah yang dibuat sendiri.

Pakaian dari Flanel

Kemeja kotak-kotak masih jadi yang paling populer, dipadukan dengan kaos putih polos di bagian dalam atau dikenakan longgar ala gaya oversize. Gaya ini makin dikenal luas sejak era grunge tahun 1990-an dan bertahan sampai sekarang. Selain kemeja, flanel juga muncul dalam bentuk jaket ringan, syal, sampai dress berlengan panjang untuk cuaca sejuk. Sifatnya yang genderless membuat potongan yang sama nyaman dipakai siapa saja.

Kerajinan Tangan dari Flanel

  • Bros yang dijepitkan di jilbab atau kerah baju, biasanya berbentuk kelopak bunga yang direkatkan bertumpuk
  • Gantungan kunci berbentuk hewan atau karakter kartun, diisi dakron supaya terasa empuk saat dipegang
  • Boneka jari kecil yang sering dipakai guru PAUD untuk mendongeng
  • Tatakan gelas dengan motif lucu, praktis untuk melindungi meja dari noda air

Dekorasi Rumah dan Barang Sehari-hari

Selain aksesori kecil, flanel juga sering disulap jadi hiasan dinding, sarung bantal bermotif, tempat pensil, sampai papan huruf berisi kutipan favorit untuk kamar. Karena warnanya beragam dan gampang dipotong sesuai pola, hasil akhirnya bisa disesuaikan dengan tema ruangan tanpa perlu keahlian menjahit tingkat lanjut.

Tips Merawat Pakaian Berbahan Flanel Agar Awet

Merawat kain flanel intinya ada di tiga hal: air dingin, tidak direndam kelamaan, dan dijemur tanpa mesin pengering.

Cuci dengan Air Dingin, Jangan Direndam Lama

Air hangat bikin serat flanel gampang terburai dan warnanya cepat pudar. Cukup rendam sekitar 15 menit dengan deterjen lembut, lalu kucek pelan pakai tangan. Merendam kelamaan justru bikin warna luntur duluan sebelum kotorannya benar-benar hilang.

Pisahkan dari Pakaian Lain Saat Mencuci

Serat flanel yang berbulu gampang menempel ke bahan lain, apalagi kalau warnanya kontras. Cuci terpisah, atau setidaknya gabungkan hanya dengan pakaian yang warnanya senada.

Jangan Diperas Terlalu Kencang

Memeras dengan tenaga penuh memang terasa efektif. Padahal cara ini justru merusak kerapatan seratnya. Peras seperlunya saja, sisanya biarkan menetes sendiri saat digantung.

Setrika dengan Suhu Rendah dari Bagian Dalam

Suhu setrika yang terlalu panas membuat bulu halus di permukaan kain gampang terbakar atau botak di beberapa titik. Baliknya dulu ke sisi dalam sebelum disetrika, atau lapisi dengan kain tipis kalau yang mau disetrika justru sisi luarnya.

Jemur Tanpa Mesin Pengering

Panas mesin pengering terlalu ekstrem untuk serat flanel. Gantung saja di tempat teduh, sesekali dibalik supaya keringnya merata dan warnanya tidak belang sebelah.

Mengapa Flanel Selalu Populer

Dari tenda nomaden di Asia Tengah sampai rak etalase toko kekinian, perjalanan kain flanel jauh dari kata singkat. Yang membuat bahan ini bertahan bukan cuma soal gaya, tapi juga karena gampang dipakai bertahun-tahun tanpa cepat rusak, jadi cocok buat siapa saja yang mulai memikirkan sisi keberlanjutan dari pakaian yang dipilih.

Belakangan, tren pakaian rumahan yang nyaman ikut mendongkrak permintaan flanel, terutama sejak banyak orang terbiasa kerja dari rumah dan mencari bahan yang hangat tapi tetap enak dipakai seharian. Buat pelaku usaha konveksi atau brand lokal yang sedang mencari bahan flanel maupun kain lain untuk produksi, CKP Textile menyediakan pilihan kain dari cabang Denpasar, Bandung, Yogyakarta, sampai Malang.

FAQ

Apa perbedaan kain flanel dan kain wol biasa?

Wol adalah bahan mentahnya, sedangkan flanel salah satu hasil olahannya. Tidak semua kain wol diproses jadi flanel, tapi flanel klasik memang berasal dari serat wol yang dipadatkan lewat proses felting.

Kain flanel terbuat dari bahan apa saja?

Selain wol, sekarang banyak beredar flanel dari akrilik, poliester, katun, sampai campuran bambu. Masing-masing punya harga dan tingkat kehangatan yang berbeda, tergantung serat penyusunnya.

Apakah kain flanel cocok dipakai orang berkulit sensitif?

Umumnya aman karena teksturnya lembut, tapi tetap ada baiknya dicoba dulu di area kulit kecil, terutama untuk flanel sintetis yang kadang terasa lebih kasar dibanding wol asli.

Bagaimana supaya warna kain flanel tidak cepat pudar?

Rahasianya ada di air dingin dan waktu rendam yang singkat, sekitar 15 menit saja sudah cukup. Air hangat dan rendaman lama adalah dua musuh utama warna flanel.

Kenapa kemeja flanel identik dengan motif kotak-kotak?

Motif tartan atau kotak-kotak jadi pola yang paling sering dipakai sejak era penggunaannya meluas di Eropa, lalu makin dikenal lewat budaya grunge di Amerika pada 1990-an. Meski begitu, flanel polos tanpa motif juga banyak beredar sekarang.

Bisakah kain flanel dijahit pakai mesin jahit biasa?

Bisa banget, malah termasuk bahan yang ramah untuk pemula karena tidak licin dan gampang dikendalikan saat dijahit.

Referensi


Bagikan Artikel Ini

Artikel Lainnya

Kain Katun: Karakteristik, Kegunaan, dan Cara Merawatnya

Lembut, adem, gampang menyerap keringat. Itulah tiga alasan utama kenapa kain katun jadi bahan yang paling sering dicari buat kebutuhan pakaian sehari-hari, apalagi di iklim tropis seperti Indonesia. Teksturnya yang nyaman di kulit juga bikin bahan ini gampang diolah jadi berbagai produk fashion, mulai kaos sampai gamis. Asal Usul Kain Katun yang Sudah Dipakai Ribuan […]

Lihat Selengkapnya

Kain Rayon: Proses Produksi, Sejarah, dan Perbandingan Bahan

Kain rayon dibuat dari selulosa kayu, diolah lewat proses kimia sampai berubah bentuk jadi serat tekstil. Bukan pemintalan langsung seperti katun. Prosesnya disebut regenerasi selulosa, makanya rayon masuk kategori serat semi sintetis. Dari titik itu, tulisan ini akan menelusuri asal kain rayon, cara pembuatannya, sampai posisinya dibanding modal, lyocell, katun, dan polyester. Banyak orang mengira […]

Lihat Selengkapnya

Jenis Cotton Combed dan Beda Karakter Tiap Variannya

Ada lima jenis cotton combed yang paling sering ditanyakan pembeli kain kaos ke toko bahan: Compact, BCI atau Bio Wash, Premium, Pique atau Diamond, dan Baby Terry. Kelima varian ini lahir dari beda proses pemintalan benang atau jenis rajutan, bukan dari angka ketebalan seperti 20s atau 30s. Paham beda tiap jenis cotton combed ini bikin […]

Lihat Selengkapnya

Danball Atlas, Kain Sintetis Tebal Bertekstur untuk Hoodie dan Sweater

Danball Atlas adalah varian kain rajut sintetis penuh dengan permukaan bertekstur, tebal, dan tetap lembut saat disentuh. Gramasi 400 sampai 420 gram per meter persegi, ditambah empat perlakuan Cool Touch, Wicking Process, Anti Bacterial, dan Anti Kusut, membuat kain ini pas untuk hoodie, sweater, dan celana yang butuh jatuhan tegas. Nama Atlas boleh jadi belum […]

Lihat Selengkapnya